MENJADI PENGUSAHA SUKSES ADALAH PILIHAN
(Kisah Polisi tapi juga pengusaha – Bripka Polisi Firman Wahyu Tama)

Menjadi pengusaha sukses adalah pilihan. Begitu kiranya kata yang cocok untuk mengawali tulisan ini agar kita bersama menyadari bahwa kita hanya bisa berusaha untuk menjadi hamba yang sukses dan Allah lah yang menentukan semua langkah yang kita lakukan.

Kisah ini diambil dari seorang yang berprofesi sebagai polisi bernama Bripka Firman Wahyu Tama, yang juga sukses menjalani usaha dengan keuletan dan do’a. Ada kisah menarik yang bisa diambil dari perjalanan hidup sukses seorang polisi dari Poltabes Bandar Lampung yang kini bertugas di Polres Kediri Kota. Kesuksesannya ternyata tidak serta merta, melainkan harus melewati berbagai fase yang menjadikan diri dan keluarganya jatuh bangun.

Tahun 2012 lalu, Allah menguji keluarganya dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Pernah dialaminya di suatu ketika menemui titik, dimana bisnis awal yang ia bangun bangkrut. Hidupnya semakin terpuruk, sampai mendapat makan pun susah. Sampai akhirnya keadaan pun mengharuskannya untuk berhijrah di Kota Kediri sekaligus pindah tugas.

Diharapkannya usai hijrah, kehidupannya akan membaik. Dengan meniru seperti yang dilakukan Rasulullah saat melakukan hijrah ke Madinah dan memperoleh kehidupan baru di sana. Namun kehidupannya di Kota Kediri masih sama dengan yang dialami olehnya saat di Lampung. Sebagai orang baru di Kediri, ia harus belajar banyak hal tentang lingkungan dan bagaimana bertahan hidup dengan apa adanya.

Di situlah dirinya mulai menemukan titik jenuh dan hampir saja prustasi. Istrinya lah yang kemudian menguatkannya untuk terus berusaha meski kondisi telah mendesak. Tak menyangka, berkat ketabahan dan keuletan untuk tetap berusaha inilah menjadi kunci kesuksesannya kelak. Di saat kondisi terpuruk itulah, ia mencoba untuk membangun usaha baru.

“Kita menata ulang, kalau ibarat perang adalah mengobati luka-luka yang masih tersisa. Dulu kalau mendekati gajian, saya dan istri gak makan dan sempat puasa karena memang tidak punya apa-apa. Akhirnya kita memutuskan untuk membuka usaha baru, kalau mungkin dulu kita dibersihkan dari usaha yang dulu. Namun kami yakin bahwa Allah mau mengganti dengan usaha yang baru,” ceritanya di sela kesibukan yang kini dijalani.

Ternyata Allah punya rencana lain untuk mengangkat derajat seseorang umatnya ke derajat yang lebih tinggi. Saat itu dirinya sudah tidak memiliki jalan lain untuk mendapat modal sebesar Rp 5 juta rupiah sebagi modal yang dibutuhkan dalam membangun usaha yang mau dimulainya. Namun Allah tak kurang cara memberikan jalan solusi kepada setiap umatnya. Bripka Firman bertemu dengan seorang temannya yang mau memberikan pinjaman uang kepadanya. Bahkan, temannya tersebut mau mengantarkannya untuk membeli bahan keperluan usaha pertama kalinya.

Dengan berbekal uang pinjaman temannya itulah, ia mulai merintis usaha batu granit bernama Candratama Granites. Perusahaan ini sekarang sudah melejit besar beromset ratusan juta rupiah. Kini usahanya tidak hanya pada batu granit, tapi juga melebar ke berbagai kebutuhan interior. Saat ini juga mampu membuka usaha baru bidang stainless yang pegawainya adalah mantan nara pidana narkoba yang sudah bertobat, mau bekerja, serta mau keluar dari dunia masa lalunya.

“Setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan untuk menjadi sukses dan berhasil dalam wira usaha. Namun memang ada orang diciptakan oleh Allah tidak mempunyai kesempatan itu, karena itu telah digariskan oleh Allah. Yang terpenting adalah bagaimana kita meminta kepada Allah, dan pantang menyerah meski bertubi-tubi gagal. Yakini saja, setelah kesulitan pasti ada kemudahan yang diberikan oleh Allah,” lanjutnya.

Lebih tepat, motivasi usaha terdahulunya hancur, ia memiliki tanggungan hutang sebesar Rp 80 juta rupiah. Bukan angka yang terblang kecil pada waktu itu, bahkan tidak terpikir sebelumnya mampu membayar hutang sebanyak itu. Akhirnya dengan kondisi yang menghimpitnya ini, memotivasinya untuk bangkit dan membuka usaha baru dengan niatan membantu keluarganya dan mampu menolong orang lain.

Dengan kita sukses, maka akan dengan mudah memberi pertolongan kepada orang lain dengan izin Allah. Kalau usaha diniatkan untuk memperkaya diri, maka kita adalah orang yang rugi. Jika kita niatkan untuk menolong orang banyak dan perbaikan umat maka Allah akan ridha dengan usaha kita. “Motivasi saya menjadi pengusaha ini adalah dengan niat menolong orang banyak, menolong diri saya, dan menolong keluarga saya. Maka insyaAllah, Allah akan memberi pertolongan untuk kita,” pesannya.

Sebenarnya pendidikan juga mempengaruhi keberhasilan seseorang. Namun siapa pun, meskipun tidak memiliki latar pendidikan sekolah tinggi mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pengusaha. Karena di luar sana banyak pelajaran-pelajaran berharga yang bisa didapat tanpa harus mengenyam pendidikan sekolah.

Yang tak kalah penting dalam membangun usaha adalah do’a. Dengan do’a, usaha yang dijalaninya akan lebih berkah dan terus bertambah. Amalannya sebenarnya hanya satu, yaitu membaca surat al-waqi’ah usai sholat asar, sholat duha dan sholat tahajut di malam yang sunyi. Sholat tahajut ini sebagai waktu untuk merenungi kesalahan-kesalahan kita sementara saat sholat dhuha menjadi waktu untuk berserah diri kepada Allah dan menyadari bahwa hamba yang tidak punya apa-apa.

Begitulah kiranya, kisah sukses dari seorang pengusaha dari perusahaan ternama Candratama Granites yang juga seorang polisi. Tak ada usaha sukses yang dijalani tidak dengan sungguh-sungguh dan istiqomah. Tak lupa juga do’a yang selalu terpanjatkan dengan niat menolong umat yang lebih membutuhkan. Dengan kesuksesan inilah, kita akan lebih mudah membantu orang lain dan beramal shaleh. (penulis : M.Isnan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here