Sempat Terlilit Hutang Ratusan Juta Rupiah di Usia Belasan.

Di balik setiap kesuksesan pasti ada cerita tentang sebuah perjuangan. Bagas Alimpad, pemilik salah satu Produk UKM sukses yang ada di Kota Kediri ini salah satu pemilik cerita tersebut. Di usia mereka yang masih muda, dia telah memiliki 4000 reseller lebih yang tersebar di seluruh Indonesia dengan omset mencapai Ratusan juta rupiah tiap bulannya.

Namun di balik kesuksesan tersebut ada cerita panjang, mulai dari terlilit hutang ratusan juta rupiah hingga terpaksa tak melanjutkan kuliah.

Pertama kali mengenal dunia bisnis adalah ketika usianya masih 15 tahun. Ketika masuk SMA, dia mengenal bisnis MLM (Multi Level Marketing), lewat MLM Dia belajar banyak hal tentang bisnis. Termasuk tentang bagaimana caranya bisa menjual barang yang nilai sebenarnya hanya ratusan ribu rupiah menjadi barang bernilai jutaan rupiah. Selain itu Dia juga diajarkan bagaimana cara merekrut orang lain agar mau bergabung dengannya. Agar untung yang mereka peroleh bisa lebih banyak.

Karena pada dasarnya mereka memang berbakat di dunia bisnis, hanya dalam hitungan bulan omset yang mereka peroleh setiap bulannya sudah mencapai jutaan rupiah. Hal tersebut terus berlanjut hingga mereka naik kelas XI. Di usianya yang ke-16, Bagas sudah mengantongi tabungan sebesar Rp 80 Juta. Banyak kan? Tapi karena itu Bagas jadi serakah dan melakukan kebodohan yang kita sesali sampai sekarang.” Tutur pemuda tersebut.

Kebodohan itu adalah mengikuti money game lewat online. Bagas hanya tinggal memasukkan sejumlah uang ke dalam rekening yang tertera di website tersebut dan setiap minggunya mereka mendapatkan 30 persen dari jumlah yang mereka setorkan kesana .Tak hanya memasukkan uangnya sendiri, dia juga merekrut 4 orang lain untuk memasukkan uang ke dalam money game melalui dirinya. Dengan jumlah yang sama yakni Rp 30 Juta. Total dari uang yang dimasukkan ke dalam money game tersebut dari orang-orang yang dia rekrut adalah Rp 110 juta. Dan enaknya setiap minggu Dia menerima 10 persen dari Rp 110 Juta. “Tanpa melakukan apapun kita hanya duduk diam. Dan setiap minggu kita dapat uang. Nggak masuk akal. Tapi masuk Rekening” katanya sambil tertawa.

Namun yang namanya uang tak berkah akhirnya mengantarkan musibah juga. Suatu hari, beberapa bulan setelah menikmati kejayaan dari uang yang mereka peroleh tanpa kerja keras tersebut, website money game itu tiba-tiba ditutup. Tak bisa dilacak karena memang tidak jelas siapa pemiliknya. Rekening yang biasa dia kirimi uang itu juga tiba-tiba tak bisa dilacak. “Paniklah kita. Keadaan saat itu uang kita disana semua termasuk  uang dari orang-orang yang kita rekrut. Mereka tentu saja tak mau tahu. Mereka ingin kita mengganti uang mereka. Jadilah akhirnya, saya anak SMA berusia 17 tahun mau UN punya hutang Rp 110 juta “ kenang dua pemuda tersebut.

Berputarlah otak, bagaimana caranya mengganti uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Bermodal niat dan nekat, akhirnya mereka mendirikan FCK Jamur Crispy. Jamurnya mereka beli dari petani jamur yang sedang kesulitan menjual Jamur tiram. Dengan meriset resep terbaik dengan tangannya sendiri. Mereka coba mencampur berbagai bahan-bahan yang mereka dapat dari banyak kompetitor jamur crispy, sampai mereka mendapatkan cita rasa bumbu yang pas. Keterbatasan modal yang mereka miliki membuatnya harus berpikir lebih keras dan lebih kreatif agar produknya bisa booming dan laris dipasaran walaupun dengan modal yang terbatas. Berbagai strategi mereka terapkan, hingga saat ini mereka berhasil membuat produk FCK Jamur Crispy-nya booming dan laris dipasaran.

Sekarang, dengan dibantu 14 karyawan dan 5000 lebih reseller FCK Jamur Crispy yang telah tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia dan Hongkong. Bagas berkomitmen, akan selalu terus berinovasi membuat packaging yang unik dan ngilerin, sekaligus tetap membuat kualitas rasa yang selalu nagih dan ngangenin. Dengan harapan, agar FCK Jamur Crispy, terus bertumbuh sekaligus tetap menjadi cemilan terbaik dan berkualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here